Jumat, 07 Desember 2012

EKONOMI

Bab 1


BAB 1

KETENAGAKERJAAN DAN
PENGANGGURAN
A.  Keternagakerja
Permasalahan ekonomi nasional yang banyak di hadapi oleh setiap Negara di dunia adalah keternaga kerjaan. Sebagai salah satu Negara berkembang, indonesia banyak menghadapi permasalahan keternagakerjaan. Jumlah penduduk yang sangat besar pada satusisi merupakan potensi danp ada sisi yang lain merupakan beban. Jika jumlah penduduk sangat besar tersebut mempunyai potensi yang memadai, maka jumlah penduduk yang sangat besar tersebut merupakan potensi yang dapat di gunakan untuk meningkatkan produk nasional dan pendapatan nasional sehinga kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat dapat di tingkatkan.
1.   ketenagakerja
UU RI NO,13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan  menyebutkan bahwah keternagakerjaa dalah segala hal yang berhubungan dengan masalah tenaga kerja pada waktu sebelumnya, selama, dan sesudah masa kerja.
2.   Tenagakerja
a.   Pengertian tenaga kerja
Tenaga kerja adalah punduduk yang telah memasuki usia kerja serta siap berkeja jika terdapat kesempatan kerja. Tujuan dari pemilihan batas usia kerja tersebut adalah supaya definisi yang diberikan sedapatmungkin menggambarkan kenyataan yang sebenarnya.
Untuk di Indonesia , UU NO. 25 Tahun 1997 mendefiniskan tenagakerja sebagai punduduk yang sudah memasuki usia 15 tahun atau lebih.

Pengertian
    Angkatankerja 
Angkatan kerja adalah warga Negara yang aktif ikut serta menyumbangkan tenaga dalam kegiatan produksi.
    Bukan angkatan kerja
Bukan angkatan kerja adalah tenaga kerja yang tidak mau berkerja, mereka yang sedang bersekolah ,mengurusi rumahtangga tanpa mendapat upah
    Kesempatan kerja
Kerja adalah suatu keadaan yang menggambarkan jumlah penduduk yang dapat di serap dalam permintaan tenga kerja atau titik keseimbangan antara permintaan dan penawaran tenagakerja.
          Pengertianupah
Upah adalah hak pekerja/buruh yang di terima dan di nyatakan dalam bentuk uang sebagai imbalan dari pengusaha atau pemberi kerja kepada pekerja/buruh yang di tetapkan menurut suatu perjanjian kerja.

Sebab-Sebab Penganguran
  1. Menurunya permintaan tenaga kerja.
  2. Adanya kemajuan teknologi.
  3. Kelemahan dalam pasar tenaga kerja.
  4. Jumlah lapangan perkerja yang terbatas.
  5. Fenomena PHK
  6. Kualitas tenaga kerja yang relative rendah
  7. Serangan tenaga kerja asing

GEOGRAFI

GEOGRAFI


JENIS PERSEBARAN FAUNA DI INDONESIA DAN DUNIA
           
Setelah mempelajari kegiatan 3 ini, Anda diharapkan dapat:
 1. menjelaskan jenis-jenis dan persebaran fauna di Indonesia; dan
 2. menyebutkan pembagian wilayah fauna di dunia.
Pola persebaran fauna di Indonesia sama dengan pola persebaran tumbuhan, yaitu di bagian Barat, faunanya mempunyai kemiripan dengan fauna Asia, di bagian Timur faunanya mirip dengan fauna di Australia, dan diantara kedua daerah tadi, faunanya merupakan fauna daerah peralihan. Hal tersebut dimungkinkan karena pada zaman es Indonesia pernah menyatu dengan Asia dan Australia. Pada masa itu Indonesia menjadi jembatan persebaran hewan dari Asia dan Australia. Sekarang kita bahas dahulu mengenai jenis-jenis dan persebaran fauna di Indonesia.
           
Jenis-Jenis dan Persebaran Fauna di Indonesia
Sejarah terbentuknya daratan di Indonesia berawal pada zaman es. Pada awal zaman es tersebut, suhu permukaan bumi turun sehingga permukaan air laut menjadi turun. Pada masa itu, wilayah Indonesia bagian Barat yang disebut juga Dataran Sunda masih menyatu dengan Benua Asia, sedangkan Indonesia bagian Timur yang disebut juga Dataran Sahul menyatu dengan Benua Australia. Dataran Sunda dan Dataran Sahul juga masih berupa daratan belum dipisahkan oleh laut dan selat. Keadaan tersebut menyebabkan keanekaan flora dan fauna di Indonesia bagian Barat seperti Jawa, Bali Kalimantan, dan Sumatera pada umumnya menunjukkan kemiripan dengan flora di Benua Asia. Begitu pula denga flora dan fauna di Indonesia bagian Timur seperti Irian Jaya dan pulau-pulau disekitarnya pada umumnya mempunyai kemiripan dengan flora dan fauna di benua Australia. Jadi Indonesia pada masa itu menjadi jembatan penghubung persebaran hewan dari Asia dan Australia. Kemudian, pada akhir zaman es, suhu permukaan bumi naik sehingga permukaan air laut naik kembali. Naiknya permukaan air laut mengakibatkan Jawa terpisah dengan Benua Asia, kemudian terpisah dari Kalimantan dan terakhir dari Sumatera. Selanjutnya Sumatera terpisah dari Kalimantan kemudian dari Semenanjung Malaka dan terakhir Kalimantan terpisah dari Semenanjung Malaka.
Seorang berkebangsaan Inggris bernama Wallace mengadakan penelitian mengenai penyebaran hewan di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan hewan di Indonesia bagian Barat dengan hewan di Indonesia bagian Timur. Batasnya di mulai dari Selat Lombok sampai ke Selat Makasar. Oleh sebab itu garis batasnya dinamakan garis Wallace. Batas ini bersamaan pula dengan batas penyebaran binatang dan tumbuhan dari Asia ke Indonesia
Faktor-Faktor Penyebab terjadinya Keanekaragaman Flora Dan Fauna di Dunia
Keanekaragaman flora dan fauna di suatu wilayah tidak terlepas dari dukungan kondisi di wilayah itu. Ada tumbuhan yang hanya dapat tumbuh di daerah yang beriklim tropis, dimana banyak curah hujan dan sinar matahari, dan ada yang hanya dapat tumbuh di daerah yang dingin dan lembab. Kita tentu tidak pernah melihat pohon Meranti atau Anggrek tropik pada daerah dingin di daerah tundra. Dukungan kondisi suatu wilayah terhadap keberadaan flora dan fauna berupa faktor-faktor fisik (abiotik) dan faktor non fisik (biotik). Tahukah Anda, apa saja yang termasuk abiotik dan biotik? Yang termasuk faktor fisik (abiotik) adalah iklim (suhu, kelembaban udara, angin), air, tanah, dan ketinggian, dan yang termasuk faktor non fisik (biotik) adalah manusia, hewan, dan tumbuh-tumbuhan.
           
Iklim
Faktor iklim termasuk di dalamnya keadaan suhu, kelembaban udara dan angin sangat besar pengaruhnya terhadap kehidupan setiap mahluk di dunia. Faktor suhu udara berpengaruh terhadap berlangsungnya proses pertumbuhan fisik tumbuhan. Sinar matahari sangat diperlukan bagi tumbuhan hijau untuk proses fotosintesa. Kelembaban udara berpengaruh pula terhadap pertumbuhan fisik tumbuhan. Sedangkan angin berguna untuk proses penyerbukan. Faktor iklim yang berbeda-beda pada suatu wilayah menyebabkan jenis tumbuhan maupun hewannya juga berbeda.. Tanaman di daerah tropis, banyak jenisnya, subur dan selalu hijau sepanjang tahun karena bermodalkan curah hujan yang tinggi dan cukup sinar matahari. Berbeda dengan tanaman di daerah yang beriklim sedang, ragam tumbuhannya tidak sebanyak di daerah tropis yang kaya sinar matahari, di sana banyak ditemui pohon berkayu keras dan berdaun jarum. Daerah Gurun yang beriklim panas dan kurang curah hujan, hanya sedikit tumbuhan yang dapat menyesuaikan diri, seperti misalnya pohon Kaktus dapat tumbuh subur, karena mempunyai persediaan air dalam batangnya. Kehidupan faunanya juga sangat bergantung pada pengaruh iklim yang mampu memberikan kemungkinan bagi kelangsungan hidupnya. Binatang di daerah dingin beda dengan binatang di daerah tropis, dan sulit menyesuaikan diri bila hidup di daerah tropis yang beriklim panas.
           
 Tanah
Tanah banyak mengandung unsur-unsur kimia yang diperlukan bagi pertumbuhan flora di dunia. Kadar kimiawi berpengaruh terhadap tingkat kesuburan tanah. Keadaan struktur tanah berpengaruh terhadap sirkulasi udara di dalam tanah sehingga memungkinkan akar tanaman dapat bernafas dengan baik. Keadaan tekstur tanah berpengaruh pada daya serap tanah terhadap air. Suhu tanah berpengaruh terhadap pertumbuhan akar serta kondisi air di dalam tanah. Komposisi tanah umumnya terdiri dari bahan mineral anorganik (70%-90%), bahan organik (1%-15%), udara dan air (0-9%). Hal-hal di atas menunjukkan betapa pentingnya faktor tanah bagi pertumbuhan tanaman. Perbedaan jenis tanah menyebabkan perbedaan jenis dan keanekaragaman tumbuhan yang dapat hidup di suatu wilayah. Contohnya di Nusa Tenggara jenis hutannya adalah Sabana karena tanahnya yang kurang subur. Perhatikan hutan di daerah yang subur di pegunungan dengan hutan di daerah yang tanahnya banyak mengandung kapur atau tanah liat. Apakah ada perbedaan keanekaragaman tanamannya?